Senin, 11 April 2016

Tugas Pert 2

A.    Business Relationship Management

a.       Ruang Lingkup

Manajemen hubungan bisnis (BRM) adalah pendekatan formal untuk pemahaman, mendefinisikan, dan mendukung kegiatan antar-usaha yang terkait dengan jaringan bisnis.

Manajemen hubungan bisnis terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang membina hubungan yang produktif antara organisasi jasa (Sumber Daya Manusia, teknologi informasi, departemen keuangan, atau penyedia eksternal) dan mitra bisnis mereka.

BRM berbeda dari manajemen hubungan perusahaan dan manajemen hubungan pelanggan meskipun hal itu berkaitan. Ini adalah ruang lingkup yang lebih besar daripada penghubung yang sejalan kepentingan bisnis dengan TI Penyerahan.

b.      Maksud dan Tujuan

BRM diimplementasikan melalui peran organisasi, disiplin, dan kemampuan organisasi.

·         Sebagai suatu disiplin

Disiplin BRM adalah penelitian berbasis dan telah diverifikasi dan ditingkatkan untuk lebih dari satu dekade. Hal ini digunakan dalam organisasi di seluruh dunia dan berlaku efektif untuk layanan bersama , penyedia layanan eksternal dan lain-lain. Tujuan dari disiplin adalah untuk memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan menggunakan hubungan jaringan bernilai tinggi.

·         Sebagai peran organisasi

BRM berperan sebagai organisasi dalam hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. BRM bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih.

·         Sebagai model

Salah satu tujuan dari BRM adalah untuk menyediakan model lengkap hubungan bisnis dan nilai mereka dari waktu ke waktu, untuk membuat berbagai aspek mereka baik eksplisit dan terukur. Sebuah model BRM dewasa pada akhirnya akan mendukung bisnis strategis penelitian dan pengembangan usaha serta alat-alat dan teknik yang menerapkan prinsip-prinsip BRM.

c.       Prinsip Umum

BRM mengharuskan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dapat diidentifikasi dan diukur. Mengingat model, seseorang harus mampu mengidentifikasi hubungan bisnis yang mereka terlibat dalam, dan mengukur mereka dalam hal seperti kuantitas atau durasi. Hal yang sama berlaku untuk setiap aspek BRM, seperti jenis, peran, atau prinsip. Setiap hubungan bisnis memiliki tujuan yang memerlukan partisipasi dari peran ganda untuk mencapai. Tujuan dari hubungan bisnis yang diberikan adalah diskrit dan terukur.

d.      Peran
Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini, keberhasilan perusahaan semakin tergantung pada kemampuan untuk membina hubungan yang produktif antara organisasi. Karena BRM sendiri sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih.

e.       Hubungan dengan Proses Manajemen Layanan lainnya

BRM adalah penghubung antara TI dan bisnis. BRM memiliki pengetahuan yang signifikan yang berkaitan dengan TI dan bisnis. BRM bertanggung jawab untuk memahami bisnis, membantu dalam prioritas proyek, memastikan bahwa proyek menyelaraskan dengan teknologi yang terbaik dan memberikan hasil maksimal atas investasi, serat strategi TI dalam mendukung strategi bisnis secara keseluruhan.

B.     Managemen Keuangan untuk Layanan TI

a.       Ruang Lingkup

Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuanperusahaan.

Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.

b.      Maksud dan Tujuan

Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saatperusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.

C.     Layanan TI Manajemen Kontinuitas

a.       Ruang Lingkup

Manajemen Kontinuitas merupakan tentang membangun dan meningkatkan ketahanan dalam bisnis dalam mengidentifikasi produk utama maupun jasa dan kegiatan yang paling mendesak yang mendukung perencana dan strategi yang akan memungkinkan untuk melanjutkan operasi bisnis yang efektif dari semua jenis gangguan apapun.

b.      Maksud dan Tujuan

IT Service Continuity Management ( ITSCM ) bertujuan untuk mengelola risiko yang serius yang dapat mempengaruhi layanan TI. ITSCM memastikan bahwa penyedia layanan TI harus dapat mengurangi resiko dari masalah untuk tingkatan tertentu.


D.    Manajemen Keamanan Informasi & Manajemen Akses

a.       Kebijakan Keamanan Informasi

Suatu kebijakan keamanan harus diterapkan untuk mengarahkan keseluruhan program. Perusahaan dapat menerapkan keamanan dengan pendekatan yang bertahap, diantaranya:

Ø  Fase 1:
Inisiasi Proyek. Membentuk sebuah tim untuk mengawas proyek kebijakan keamanan tersebut.

Ø  Fase 2:
Penyusunan Kebijakan. Berkonsultasi dengan semua pihak yang berminat dan terpengaruh.

Ø  Fase 3:
Konsultasi dan persetujuan.Berkonsultasi dengan manajemen untuk mendapatkan pandangan mengenai berbagai persyaratan kebijakan.

Ø  Fase 4:
Kesadaran dan edukasi.Melaksanakan program pelatihan kesadaran dan edukasi dalam unit-unit organisasi.

Ø  Fase 5:
Penyebarluasan Kebijakan. Kebijakan ini disebarluaskan ke seluruh unit organisasi dimana kebijakan tersebut dapat diterapkan.


b.      Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Sistem manajemen keamanan informasi merupakan aktivitas untuk menjaga agar sumber daya informasi tetap aman. Manajemen tidak hanya diharapkan untuk menjaga  sumber daya informasi aman, namun juga diharapkan untuk menjaga perusahaan tersebut agar tetap berfungsi setelah suatu bencana atau jebolnya sistem keamanan.

c.       Fasilitas Manajemen Kontrol Akses Fisik

1.   Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.

2.   Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.

3.  Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).

Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, praktek-praktek, prosedur-prosedur, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.


 Refrensi : 
                
 https://en.wikipedia.org/wiki/Business_relationship_management
 http://it.toolbox.com/wiki/index.php/Business_Relationship_Manager
 https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_keuangan
 http://www.thebci.org/index.php/resources/what-is-business-continuity
 http://wiki.en.it-processmaps.com/index.php/IT_Service_Continuity_Management
 http://megyanggraini.blogspot.co.id/2013/07/sistem-informasi-manajemen-keamanan.html
 https://idadwiw.wordpress.com/2013/12/26/pentingnya-manajemen-kontrol-keamanan-pada-sistem/  

Minggu, 20 Maret 2016

TUGAS Pert 1

SECTION 1

PENGANTAR

-        Bagaimana memahami Manajemen Layanan SI ?

Dapat disimpulkan bahwa Manajemen Layanan Sistem Informasi merupakan suatu proses kerja sama untuk menolong atau membantu segala apa yang diperlukan orang lain dalam bidang TI maupun lainnya untuk kebutuhan organisasi/perusahaan yang bersifat manajerial dengan suatu strategi tertentu.

-        Kenapa sangat penting untuk perusahaan ?

Karena perusahaan merupakan salah satu bentuk dari organisasi yang besar. Sukses suatu organisasi  sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi itu untuk beradapatasi pada perubahan lingkungan strategi yang mempengaruhi kehidupan organisasi. Organisasi yang terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi akan dapat tumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu perusahaan harus memiliki manajemen layanan yang baik yang dapat memahami pergeseran paradigma bisnis agar supaya di dalam memberikan pelayanan kepada organisasi tempat dia bekerja dapat mengambil tindakan yang tepat.


-        Bagaimana manajemen layanan untuk memberikan dan mengelola layanan ini ?

ITSM (Information Technology Service Management), sebagai suatu solusi manajemen, jelas tidak hanya terkait dengan ketersediaan infrastruktur TI, melainkan bagaimana infrastruktur tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan TI di lingkungan perusahaan, sehingga menjadi lebih efisien dan efektif, yang berujung pada kemampuan mengoptimalkan layanan kepada pelanggan termasuk juga mengambil berbagai keputusan bisnis yang lebih dinamis.

KERANGKA ITIL (Information Technology Infrastructure Library).

            ITIL (Information Technology Infrastructure Library), adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI. Dalam hal ini ITIL akan menyediakan sebuah framework yang digunakan dalam manajemen IT sehingga menjadi lebih baik. Di dalam framework ITIL, unit-unit bisnis di dalam organisasi yang memberikan komisi dan membayar pelayanan untuk IT (seperti bagian Human Resource, Accounting) dianggap sebagai “pelanggan” layanan IT.
Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL akan mendapat berbagai keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen, pembiayaan akan efektif dan efisien, perubahan IT lebih mudah untuk diatur, dan pada akhirnya berdampak pada pendapatan perusahaan itu sendiri.
Terdapat 5 komponen ITIL yaitu :
1.      Service Strategy
2.      Service Design
3.      Service Transition
4.      Service Operation
5.      Continual Service Improvement
Model manajemen layanan ITIL : Gambar kegiatan utama dari tahap siklus hidup layanan.


SECTION 2

STRATEGI LAYANAN MANEJ. SI

Pengantar

Service Strategy merupakan iterasi pertama dalam siklus layanan ITIL, pada tahap service strategy dibuat perencanaan terhadap layanan. Membangun kebijakan bagi layanan baru    yang berisi tujuan dan anggaran biaya layanan, membuat portofolio layanan yang berisi rincian dari layanan TI yang dikembangkan dan kontrak terhadap layanan TI yang akan dibangun.

Tujuan dari proses ini adalah membangun strategi bagi layanan TI yang akan dikembangkan meliputi penawaran penyediaan layanan, kemampuan dan potensi    perkembangan layanan TI. Proses ini juga bertanggung jawab guna memastikan pelaksanaan strategi secara tepat.
            
Resiko

Pada service strategy ini terdapat bagian manajemen risiko yang berguna untuk      mengidentifikasi, menilai dan mengendalikan risiko melalui menganalisis nilai aset, ancaman, dan betapa rapuhnya setiap aset adalah ancaman - ancaman. Manajemen   risiko terdiri dari dampak bisnis dan penilaian risiko, menganalisa yang memerlukan mitigasi risiko dan pemantauan risiko.

   JENIS PENYEDIA LAYANAN TI

1.      Service Strategy
Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
2.      Service Design
Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
3.      Service Transition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
4.      Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
5.      Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle.
4 Strategi Pelayanan
1.      Perspective  merupakan visi dan misi  
2.      Position merupakan tempat atau letak dimana untuk menentukan posisi yang tepat
3.      Plan merupakan rencana yang akan dilakukan dari visi dan misi yang telah dibuat
4.      Pattern merupakan kondisi dan objek untuk memenuhi plan agar berhasil

MANAJEMEN PELAYANAN SEBAGAI ASET STRATEGIS

Dikatakan sebagai aset strategis karena memberikan dasar untuk kompetensi inti, kekhasan kinerja, keuntungan tahan lama dan kualifikasi untuk berpartisipasi dalam peluang bisnis.

SECTION 3

DESAIN LAYANAN

Mengapa Desain Layanan

Karena dapat memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis mendesain dan membangun layanan TI. Secara garis besar desain layanan berguna untuk membuat suatu bisnis agar menjadi strategis dalam bidangnya.

5 Aspek utama desain layanan

1.      Solusi layanan untuk layanan baru atau perubahan layanan.
2.      Sistem informasi manajemen dan tools,
3.      Teknologi dan arsitektur manajemen,
4.      Proses,
5.      Metode pengukuran dan matrik.

            Tujuan Desain layanan

Untuk mendesain layanan TI baru secara inovatif, serta memberikan keamanan pada infrastruktur dan lingkunang TI, maupun peningkatan kualitas layanan, dan kinerja dari layanan

            Paket Desain layanan

Desain Layanan (SD) menyediakan baik-praktik bimbingan pada desain layanan TI, proses, dan aspek lain dari upaya manajemen pelayanan. Secara signifikan, desain dalam ITIL dipahami untuk mencakup semua elemen yang relevan dengan teknologi pengiriman layanan, daripada berfokus hanya pada desain teknologi itu sendiri. Dengan demikian, desain layanan alamat bagaimana solusi layanan yang direncanakan berinteraksi dengan bisnis yang lebih besar dan lingkungan teknis, sistem pelayanan manajemen yang dibutuhkan untuk mendukung pelayanan, proses yang berinteraksi dengan layanan, teknologi, dan arsitektur yang dibutuhkan untuk mendukung layanan, dan rantai pasokan diperlukan untuk mendukung layanan yang direncanakan. Dalam ITIL, desain kerja untuk layanan TI yang dikumpulkan ke dalam satu paket desain layanan tunggal (SDP). Layanan paket desain, bersama dengan informasi lainnya tentang layanan, dikelola dalam katalog layanan.