Sabtu, 14 Oktober 2017

Audit Teknologi Sistem Informasi

Definisi Audit
Audit berarti membandingkan antara kegiatan yang diaudit dan kegiatan yang seharusnya terjadi, membandingkan antara kondisi dan kriterianya. Pengertian audit menurut PSAK (Pernyataan Standar Audit Keuangan) adalah suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan atau asersi tentang aksi-aksi ekonomi, kejadian-kejadian dan melihat tingkat hubungan antara pernyataan atau asersi dan kenyataan, serta mengomunikasikan hasilnya kepada yang berkepentingan.

Sedangkan menurut pendapat beberapa ahli audit dapat di artikan sebagai berikut, yaitu :
a.       Menurut Arens and Loebbecke (Auditing: An Integrated Approach, eight edition, 2000:9), Audit adalah kegiatan mengumpulkan dan mengevaluasi dari bukti-bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan. Proses audit harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independent.
b.      Menurut The American Accounting Association’s Committee on Basic Auditing Concepts (Auditing: Theory And Practice, edisi 9, 2001:1-2) audit merupakan suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan umtuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta menyampaikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.
c.       Menurut William F. Meisser, Jr (Auditing and Assurance Service, A Systematic Approach, 2003:8) audit adalah proses yang sistematik dengan tujuan mengevaluasi bukti mengenai tindakan dan kejadian ekonomi untuk memastikan tingkat kesesuaian antara penugasan dan kriteria yang telah ditetapkan, hasil dari penugasan tersebut dikomunikasikan kepada pihak pengguna yang berkepentingan.

Tujuan Audit
Tujuan audit secara umum dapat diklasifikasilkan sebagai berikut :
  1. Kelengkapan (Completeness). Untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah dimasukkan.
  2. Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan, dan dicatat dengan tepat.
  3. Eksistensi (Existence). Untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang tercatat memiliki eksistensi atau keterjadian pada tanggal tertentu, jadi transaksi tercatat tersebut harus benar-benar telah terjadi dan tidak fiktif.
  4. Penilaian (Valuation). Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
  5. Klasifikasi (Classification). Untuk memastikan bahwa transaksi yang dicantumkan dalam jurnal diklasifikasikan dengan tepat. Jika terkait dengan saldo maka angka-angka yang dimasukkan didaftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat.
  6. Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar. Serta penjumlahan saldo sudah dilakukan dengan tepat.
  7. Pisah Batas (Cut-Off). Untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat. Transaksi yang mungkin sekali salah saji adalah transaksi yang dicatat mendekati akhir suatu peride akuntansi.
  8. Pengungkapan (Disclosure). Untuk meyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan dan dijelaskan dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan tersebut.

Sistem Informasi
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Pengertian sistem informasi menurut pendapat para ahli, yaitu :
a.       Menurut John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

b.      Menurut Henry Lucas
Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dariprosedurprosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.

Tujuan Audit Sistem Informasi
1.      Mengamankan Asset
Aset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya.

2.      Menjaga Integritas Data
Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian, dan ketelitian. Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya.
Keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga integritas data, dengan konsekuensi akan ada biaya prosedur pengendalian yang dikeluarkan harus sepadan dengan manfaat yang diharapkan.

3.      Menjaga Efektifitas Sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya.
perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user), apakah sistem menghasilkan laporan atau informasi yang bermanfaat bagi user. Auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
Biasanya audit efektivitas sistem dilakukan setelah suatu sistem berjalan beberapa waktu.
Manajemen dapat meminta auditor untuk melakukan post audit guna menentukan sejauh mana sistem telah mencapai tujuan.

4.      Efisiensi
Dikatakan efisien jika ia menggunakan sumberdaya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Pada kenyataannya, sistem informasi menggunakan berbagai sumberdaya, seperti mesin, dan segala perlengkapannya, perangkat lunak, sarana komunikasi dan tenaga kerja yang mengoperasikan sistem tersebut.

Tahapan Audit Sistem Informasi
a.      Perencanaan (Planning)
Tahap perencanaan ini yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan managen pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.

Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu:
·         Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
·         Pengorganisasian tim audit
·         Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
·         Kaji ulang hasil audit sebelumnya
·         Penyiapan program audit

b.      Pemeriksaan Lapangan (Field Work)
Tahap ini yang akan dilakukan adalah pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan pihak-pihak yang terkait. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapan berbagai metode pengumpulan data yaitu: wawancara, quesioner ataupun melakukan survey ke lokasi penelitian.

c.       Pelaporan (Reporting)
Setelah proses pengumpulan data, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level. Pada tahap ini yang akan dilakukan memberikan informasi berupa hasil-hasil dari audit. Perhitungan maturity level dilakukan mengacu pada hasil wawancara, survey dan rekapitulasi hasil penyebaran quesioner. Berdasarkan hasil maturity level yang mencerminkan kinerja saat ini (current maturity level) dan kinerja standard atau ideal yang diharapkan akan menjadi acuan untuk selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan (gap). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kesenjangan (gap) serta mengetahui apa yang menyebabkan adanya gap tersebut.

d.      Tindak Lanjut (Follow Up)
Tahap ini yang dilakukan adalah memberikan laporan hasil audit berupa rekomendasi tindakan perbaikan kepada pihak managemen objek yang diteliti, untuk selanjutnya wewenang perbaikan menjadi tanggung jawab managemen objek yang diteliti apakah akan diterapkan atau hanya menjadi acuhan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Menurut Weber (2001), tahapan-tahapan audit sistem informasi terdiri dari:

a.      Investigasi dan Penyelidikan Awal
Merupakan tahapan pertama dalam audit bagi auditor eksternal yang berarti menyelidiki dari awal atau melanjutkan yang ada unutk menentukan apakah pemeriksaan tersebut dapat diterima, penempatan staf audit yang sesuai melaukan pengecekan informasi latar belakang klien, mengerti kewajiban utama dari klien dan mengidentifikasi area resiko.

b.      Pengujian atas Control (Tests of Controls)
Tahap ini dimulai dengan pemfokusan pada pengendalian menegemen, apabila hasil yang ada tidak sesuai dengan harapan, maka pengendalian manegemen tidak berjalan sebagai mana mestinya. Apabila auditor menemukan kesalahan yang serius pada pengendalian manegemen, maka mereka akan mengemukakan opini atau mengambil keputusan dalam pengujian transaksi dan saldo untuk hasilnya.

c.       Pengujian atas Transaksi (Tests of Transaction)
Pengujian yang termasuk adalah pengecekan jurnal yang masuk dari dokumen utama, menguji nilai kekayaan dan ketepatan komputasi. Komputer sangat berguna dalam pengujian ini dan auditor dapat mengunakan software audit yang umum untuk mengecek apakah pembayaran bunya dari bank telak dikalkulasi secara tepat.

d.      Pengujian atas Keseimbangan atau Hasill Keseluruhan (Tests of Balances or Overall Results)
Auditor melakukan pengujian ini agar bukti penting dalam penilaian akhir kehilangan atau pencatatan yang keliru yang menyebabkan fungsi sistem informasi gagal dalam memelihara data secara keseluruhan dan mencapai sistem yang efekti dan efesien. Dengan kata lain, dalam tahap ini mementingkan pengamatan asset dan integritas data yang obyektif.


e.       Penyelesaian Audit (Completion of The Audit)
Tahap terakhir ini, auditor eksternal melakukan beberapa pengujian tambahan untuk mengoleksi bukti untuk ditutup dengan memberikan pernyataan pendapat.

Metode Pengumpulan Data
Ada berbagai metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah penelitian. Metode pengumpulan data ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri, namun dapat pula digunakan dengan menggabungkan dua metode atau lebih. Beberapa metode pengumpulan data antara lain:

1.    Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon, email, atau skype. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.

a.      Wawancara terstruktur
Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.

b.      Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.

2.    Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada responden yang kuantitasnya tidak terlalu besar. Metode pengumpulan data observasi terbagi menjadi dua kategori, yakni:

a.      Participant observation
Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.

b.      Non participant observation
Berlawanan dengan participant observation, non participant observation merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.

3.        Angket (kuesioner)
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.
Berdasarkan bentuk pertanyaannya, kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis, yakni kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk menjawab. Sementara itu, kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek penelitian. Seiring dengan perkembangan, beberapa penelitian saat ini juga menerapkan metode kuesioner yang memiliki bentuk semi terbuka. Dalam bentuk ini, pilihan jawaban telah diberikan oleh peneliti, namun objek penelitian tetap diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan kemauan mereka.

4.        Studi Dokumen
Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:

a.      Dokumen primer
Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa, misalnya: autobiografi

b.      Dokumen sekunder
Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita orang lain, misalnya: biografi.

Referensi

Rabu, 17 Mei 2017

Framework Manajemen Layanan Sistem Informasi

Pembahasan Tentang ITIL, COBIT dan ASL.

Sebelum masuk ke pembahasan ITIL, COBIT dan juga ASL, perlu diketahui juga dasarnya. Framework/ Kerangka Kerja adalah suatu struktur konseptual dasar yg digunakan untuk memecahkan atau menangani suatu masalah yg kompleks (Wikipedia). Jadi pada IT, framework itu adalah suatu penggambaran dari suatu konsep untuk membantu para praktisi bisnis (Staff IT). 

ITIL ( Information Technology Infrastructure Library)

Pemerintah sebagai regulator, Orang / pihak di bidang jasa pelayanan IT, organisasi yang menerapkan ITIL, Auditor, Mitra Bisnis (Investor/konsumen)
ITIL-3 bukanlan sebuah standar tetapi hanya kerangka yang berisi 8 seri mengenai praktek-praktek terbaik mengenai IT service management dan distribusi IT service yang berkualitas tinggi. Delapan seri tersebut adalah sebagi berikut : Software Asset Management, Service Support, Service Delivery, Planning to Implement Service Management, ICT Infrastructure Management, Application Management, Security Management, Business Perspective
2 dasar konsep ITIL :
1. Menjaga supaya layanan bisa digunakan dengan baik oleh user ( service support )
2. Proses bagaimana cara mendeliverykan layanan tersebut (service delivery )
Dua karakteristik dasar konsep ITIL adalah sebagai berikut : Service management,Customer orientation.

COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)

COBIT didasarkan atas filosofi bahwa sumber daya IT membutuhkan pengelolaan untuk menyediakan informasi yang dapat dipercaya kepada organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Penguasaan IT yang efektif akan membantu untuk menyakinkan bahwa IT telah mendukung tujuan perusahaan, mengoptimalkan investasi bisnis pada IT.
Tujuan COBIT adalah menyediakan model dasar yang memungkinkan pengembangan aturan yang jelas dan praktek yang baik dalam mengontrol informasi dalam suatu organisasi/perusahaan dalam mencapai tujuannya.
• Manajemen
Dengan penerapan COBIT, manajemen dapat terbantu dalam proses penyeimbangan resiko dan pengendalian investasi dalam lingkungan IT yang tidak dapat diprediksi.
• User
Pengguna dapat menggunakan COBIT untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga.
• Auditor
Dengan penerapan COBIT, auditor dapat memperoleh dukungan dalam opini yang dihasilkan dan/atau untuk memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.
1. Control Objectives: Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives ) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu: planning & organization , acquisition & implementation , delivery & support dan monitoring .
2. Audit Guidelines: Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives ) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.
3. Management Guidelines: Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan.
COBIT melihat pengendalian dalam tiga dimensi berbeda yaitu Sumber TI, Proses
TI, dan Kriteria Informasi TI.

Application Services Library (ASL)

Application Services Library Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.
ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.

Perbandingan 
  • ITIL (Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI).
  • Versi terakhir dari ITIL adalah versi 3. Perubahan mendasar pada versi ini terletak dari sudut pandang pengelolaan IT, dimana pada versi 2 ITIL mengelola layanan sebagai sekumpulan proses dan fungsi sementara dalam ITIL versi 3 layanan sebagai sebuah lifecycle / daur hidup.
  • COBIT dan ITIL adalah standard yang cakupan areanya adalah menengah ke bawah.
  • COBIT dan ITIL cocok jika dijadikan sebagai IT management framework.
  • Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
  • ASL erat terkait dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM).
  • Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi
  • ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan.

Rabu, 19 April 2017

Tugas Analisa Jurnal Internasional

ANALISA JURNAL “IT Service Management menurut kerangka ITIL diterapkan pada rantai nilai perusahaan” dan “Model Strategi Layanan Teknologi Informasi”

Jurnal Internasional
Dasar keterampilan ITIL telah menghasilkan manajemen praktek yang baik untuk departemen TI yang telah berkontribusi meningkatkan layanan yang diberikan oleh entitas komputasi untuk klien. Berdasarkan pengalaman mereka dalam melaksanakan proses ini dalam industri, dan mereka menerapkan enterprise pengalaman perencanaan sumber daya (ERP) dan manajemen proyek, ia memiliki membuktikan bahwa ada kemungkinan bahwa proses ini dapat membawa nilai tambah, jika diterapkan pada rantai nilai perusahaan. Memang, definisi 'value chain' adalah: satu set fungsi berurusan dengan bahan masukan, mentransformasikannya menjadi produk atau jasa untuk menjual ke pelanggan. Jadi mereka tertantang untuk membuat analogi dengan ITIL diusulkan fase. Jurnal ini mengusulkan sebuah pendekatan asli dengan mengadopsi Metodologi ITIL diusulkan untuk mengelola nilai perusahaan rantai.

A. Latar Belakang ITIL
ITIL didefinisikan sebagai seperangkat praktik terbaik disusun sebagai beberapa proses berkomunikasi satu sama lain. Setiap proses ini memenuhi perannya dalam rangka memenuhi kriteria perbaikan terus-menerus dan kepuasan pelanggan.organisasi praktek terbaik menyediakan struktur disetujui oleh pengalaman di perusahaan besar, secara global diakui untuk profesionalisme mereka, untuk meresmikan proses mereka dan mengoptimalkan manajemen layanan TI.

B. Pekerjaan ITIL

  •    Teknologi informasi menerima anggaran investasi yang lebih.
  •    Sistem informasi yang semakin kompleks.
  •    Dengan munculnya teknologi informasi baru dan komunikasi (jaringan sosial, dll),pengguna menjadi lebih berpengetahuan dan sadar potensi komputer baru.
  •    Selama perusahaan menghabiskan besar jumlah uang pada hardware infrastruktur dan software, pemimpin mengharapkan laba atas mereka investasi dan awal untuk mengoptimalkan pengeluaran mereka.
  •    Globalisasi juga telah memainkan perannya. Memiliki praktek layanan tagihan diperkenalkan antara pemegang perusahaan.
  •    Peran CIO menjadi lebih ambigu.
  •    Untuk perusahaan yang mengkhususkan diri dalam IT, yang bersertifikat dan memiliki staf bersertifikat meningkatkan reputasi mereka dan keuntungan klien mereka baik internal maupun eksternal.


C. Konsep Dasar ITIL
    Terutama, ITIL didasarkan pada lima pilar:
·   Layanan pelanggan.·   Siklus hidup layanan.·   Konsep proses.·   Kualitas layanan.·   Komunikasi.

D. Morfologi ITIL V3
     Jantung ITIL V3 terdiri dari lima prinsip utama:
·         Service Strategy (Layanan Strategi)
·         Service Design (Layanan Desaign)
·         Service Transition (Layanan Transisi)
·         Service Operations ( Layanan Operasi)
·         Continuous service improvement (Peningkatan Pelayanan Berkelanjutan)

Analisis :
Menurut saya,jurnal ini sangat menarik karena menjelaskan tentang hubungan antara ITSM (information technology service management) dengan rantai nilai perusahaan.Suatu perusahaan dapat berkembang dan sangat teratur karena peran ITSM,yaitu melakukan fungsi manajemen sehingga perusahaan mendapatkan untung dan dapat memenuhi kebutuhan suatu perusahaan tersebut.

Jurnal Lokal

Guna merealisasikan berbagai tujuan bisnis suatu organisasi, organisasi sudah seharusnya merespons positif kondisi tersebut, sehingga peran dari TI sebagai penunjang pencapaian visi, misi dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan serta selaras dengan tujuan dan sasaran organisasi. Adopsi kerangka kerja disiplin TI saat ini sudah banyak dilakukan oleh berbagai jenis organisasi, baikprofit ataupun non profit, untuk keberlangsungan hidup proses bisnisnya dalam menghadapi perubahan-perubahan yang ada pada lingkungan bisnis. Salah satu kerangka kerja disiplin TI dalam hal fungsi layanan TI adalahInformation Technology Infrastructure Library (ITIL). ITIL adalah kerangka kerja best practices yang dapat digunakan untuk membantu organisasi dalam mengembangkan proses Information Technology Service Management (ITSM).Ini adalah panduan untuk menetapkan proses-proses umum, peran, dan aktivitas, dengan referensi yang tepat satu sama lain dan bagaimana jalur komunikasi harus ada di antara mereka.

A.Information Technology Infrastructure libraray (ITIL)
Information Technology Service Management (ITSM) adalah pendekatan organisasi Teknologi Informasi (TI) yang digunakan untuk merancang, membangun, mengintegrasikan, mengatur dan menyusun layanan TI yangberkualitas, dalam ITSM pengelolaan TI memilki basis filosofi pada cara pandang customer terhadap kontribusi TI dalam bisnis, serta untuk efektifitasdan efisiensi biaya dalam hal penyedia layanan TI. ITIL memenuhi persyaratan standar kualitas ISO9001 dan direferensikan oleh ISO9000 untuk standar TI. Library versi 3 terdiri dari lima modul ITIL :

a. Services Strategy (SS), meliputi perencanaan strategis manajemen layanan dan keterpaduan
pelayanan dengan strategi bisnis.
b. Services Design (SD), outlines desain dan pengembangan layanan jasa dan proses manajemen.
c. Services Transition (ST), mengilustrasikan bagaimana persyaratan tahapan sebelumnya
(strategi dan desain) untuk layanan yang berkelanjutan dan dapat dipertahankan.
d. Services Operation (SO), meliputi penyampaian yang efektif dan efisien dan dukungan layanan, juga menyediakan referensi untuk kegiatan operasional dalam proses-proses lain.
e. Continual Service Improvement (CSI), perbaikan layanan yang berkelanjutan dan
pengukuran kinerja proses yang diperlukan untuk layanan.


B.METODOLOGI
Metodologi yang digunakan pada penyusunan model ini adalah sebagai berikut.
a. Eksplorasi dan Studi literatur
Mempelajari dan memahami berbagai sumber acuan pustaka terkait teori dantool kit yang   tersedia untuk pembuatan model strategi layanan TI.
b. Menyusun model
Hasil dari studi literatur akan diimplementasika menjadi suatu model untuk penyusunan proses
strategi layanan TI untuk organisasi
c. Mengembangkan model
Model yang dihasilkan akan diselaraskan dengan tujuan dan sasaran organisasi.
d. Mengevaluasi model
Model yang dihasilkan akan dievaluasi, seandainya pada hasil evaluasi ditemukan kekurangan-kekurangan model yang dikembangkan, maka dilakukan perbaikan dan kembali ke langkah 2. Demikian seterusnya sampai model yang dikembangkan dianggap cukup efektif.

Analisis:
Jurnal ini menjelaskan tentang peran ITSM dalam model strategi layanan teknologi informasi. Peran TI dalam organisasi saat ini difungsikan tidak hanya untuk pengolahan data, tetapi dapat difungsikan untuk fungsi strategi dan layanan.Suatu organisasi juga harus merencanakan strategi agar organisasi tersebut dapat berkembang.ITSM adalah panduan untuk menetapkan proses-proses umum, peran, dan aktivitas, dengan referensi yang tepat satu sama lain dan bagaimana jalur komunikasi harus ada di antara mereka. Dengan adanya ITSM,organisasi dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi biaya.


Kesimpulan:
·         Keterampilan ITIL telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan untuk restrukturisasi proses manajemen layanan TI.
·         ITIL juga dapat memenuhi kebutuhan fungsional bisnis terstruktur mereka dengan rantai nilai seperti yang didefinisikan oleh managemen pengelolaan.
·         Dengan ITIL,organisasi dapat meningkatkan atau mengoptimalkan peran TI dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi, dengan cara memperbaiki sistem layanan yang sudah usang dan menerapkan sistem layanan baru serta mempersiapkan sistem layanan untuk masa depan organisasi.
    
    Sumber Jurnal :   jcsi.org/papers/IJCSI-8-3-2-515-522.pdf





Rabu, 29 Maret 2017

Pengertian Animasi

1.      Apa Yang Di maksud Dengan Animasi, Design Grafis, 3 Dimensi?

1.1  Animasi

·         Animasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi di atas bisa berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Pada proses pembuatannyam sang pembuat animasi atau yang lebih dikenal dengan animator harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari keadaan awal hingga keadaan akhir objek tersebut. Perencanaan yang matang dalam perumusan alur gerak berdasarkan logika yang tepat akan menghasilkan animasi yang menarik untuk disaksikan

“Animation is the process of recording and playing back a sequence of stills to achieve the illusion of continues motion” ( Ibiz Fernandez McGraw- Hill/Osborn, California, 2002)

1.2  Desain Grafis

·         Animasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi di atas bisa berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Pada proses pembuatannyam sang pembuat animasi atau yang lebih dikenal dengan animator harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari keadaan awal hingga keadaan akhir objek tersebut. Perencanaan yang matang dalam perumusan alur gerak berdasarkan logika yang tepat akan menghasilkan animasi yang menarik untuk disaksikan

1.3   Tiga Dimensi (3D)

·         Animasi 3D merupakan penciptaan gambar bergerak dalam ruang digital 3 dimensi. Hal ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan masing-masing gambar, difilmkan dengan kamera virtual, dan output-nya berupa video yang sudah di-rendering atau realtime, jika tujuannya untuk membuat game. Animasi 3D biasanya ditampilkan dengan kecepatan lebih dari 24 frame per detik. Konsep animasi 3D sendiri adalah sebuah model yang memiliki bentuk, volume, dan ruang. Animasi 3D merupakan jantung dari game dan virtual reality, tetapi biasanya animasi 3D juga digunakan dalam presentasi grafis untuk menambahkan efek visual ataupun film.

2.    Contoh Software  yang digunakan  untuk pembuatan animasi Dibawah ini merupakan software berbayar maupun gratis yang digunakan dalam pembuatan animasi

  • AnimatorDV
  • Aurora 3D Animation Maker
  • Stykz
  • Pivot Stick Figure Animator
  • Blender
  • 3ds Max
  • Iclone
  • Maya
  • MotionBuilder
  • Cinema  4D
  • DAZ  Studio
  • LightWave 3D
  • Autodesk 3D Max

3.      Kelebihan dan Kekurangan Software  Animasi

1 . Blender 3D

Kelebihan Blender 3D

  • Tidak membutuhkan ruang kapastias yang banyak
  • Software Open Source, jadi dapat dijalankan di operating sistem Linux
  • Tidak berat saat melakukan render
  • Mudah untuk digunakan

Kelemahan Blender 3D

  • Tool yang dimiliki tidak lengkap seperti 3D Max
  • Tampilan cukup berantakan
  • Semua proses dilakukan dengan manual


2.     Autodesk 3D Max

Kelebihan Autodesk 3D Max

  • Hasil yang dihasilkan dengan 3D Max lebih bagus
  • Dapat menambahkan fitur efek-efek khusus seperti efek cahaya, bayangan, kabut dll.
  • Dapat menjalankan proses animasi sesuai dengan keinginan pengguna
  • Tools yang dimiliki banyak dan support oleh banyak program lainnya
Kekurangan Autodesk 3D Max

  • Untuk membuat karya visual dengan pencahayaan kompleks adalah proses yang lebih lama dan     lebih membosankan
  • Kamera yang terdapat di 3D Max sulit untuk di atur

3.      Autodesk AutoCad

Kelebihan Autodesk AutoCad

  • Gambar yang dihasilkan dengan AutoCad mempunyai kualitas yang lebih bagus dan lebih rapi
  • Bidang gambar yang terdapat pada AutoCad tidak terbatas sehingga memungkinkan membuat   desain yang ukurannya luas dan kompleks.
  • Hasil penyimpanan file gambar pada AutoCad dapat dibuka dengan software lain
Kekurangan Autodesk AutoCad

  • PC yag dimiliki harus mempunyai spesifikasi yang besar
  • Software berbayar
  • Strukur file hasil penggambaran, definisi database dari software tersebut sangatlah rumit
  • Untuk menggunakan software yang satu ini tidak mudah dan butuh pelatihan untuk mempelajarinya

4.      Saran

·         Untuk membuat animasi 3D dengan kualitas yang baik dibutuhkan hardware ataupun software yang mumpuni, sehingga dianjurkan memiliki hardware yang dibutuhkan
·         Dalam pembuatan adegan animasi sebaiknya diberikan waktu yang cukup sehingga mampu menghasilkan output yang maksimal
·         Dalam pembuatan film yang kompleks diperlukan storyboard yang detail dan mampu mempresentasikan suasan film, ekspresi, maksut konsep adegan, karena akan membuat pekerjaan menjadi cepat saat proses



Sumber
1.      Univeritas Widyatama . “ Pengertian , Prinsip – Prinsip dan Perbedaan Animasi  “ . http://marcoturnip.blog.widyatama.ac.id/2014/06/14/pengertian-prinsip-prinsip-dan-perbedaan-animasi/ . Diakses pada 25 Maret 2017 .
2.      SJM . “ Pengertian Desain Grafis “ . http://www.sjm.sch.id/p/desain-grafis-adalah-suatu-bentuk.html . Diakses pada 25 Maret 2017 .
3.      IDS . “ Memahami Lebih Dalam Pengertian Animasi 3D “ . http://www.idseducation.com/articles/memahami-lebih-dalam-pengertian-animasi-3d/ . Diakses pada 25 Maret 2017 .
4.      Bayu , Indra . “ 12 Software Untuk Membuat Animasi “ .  http://www.xfoost.com/2015/07/12-software-untuk-membuat-animasi/1136/ . Diakses pada 25 Maret 2017

Senin, 12 Desember 2016

ARTIFICIAL INTELEGENCE DAN SISTEM PAKAR

Hasil gambar untuk artificial intelligence

Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI dalam bahasa Indonesia artinya Kecerdasan Buatan yaitu kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas ilmiah. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin atau komputer supaya dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dikerjakan oleh manusia. Terdapat macam-macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer, logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika. Berbagai definisi diungkapkan oleh para ahli untuk dapat memberi gambaran mengenai kecerdasan buatan beberapa diantaranya :

 Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica).

Tujuan Kecerdasan buatan:
      
      1.      Untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah, masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.

      2.      Untuk meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja.

Kelebihan Artificial Intelligence:

      -          Artificial Intelligence bersifat konsisten dan teliti.
      -          Artificial Intelligence lebih bersifat permanent.
      -          Artificial Intelligence dapat lebih murah daripada kecerdasan alami.
      -          Artificial Intelligence menawarkan kemudahan untuk digandakan atau disebarkan.
      -          Artificial Intelligence dapat didokumentasi. 

SISTEM PAKAR

Hasil gambar untuk Sistem pakar

Sistem pakar merupakan aplikasi komputer yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan persoalan dalam bidang spesifik. Sistem ini bekerja dengan menggunakan pengetahuan dan metode analisis yang telah didefinisikan terlebih dahulu oleh pakar yang sesuai dengan bidang keahliannya. Sistem ini disebut sistem pakar karena perannya seperti seorang ahli yang harus memiliki pengetahuan dan pengalamannya dalam memecahkan suatu persoalan.
Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan.
Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.
Sistem Pakar memiliki ciri-ciri yaitu :
·                     Terbatas pada domain keahlian tertentu.
·                      Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti.
·                     Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikan dengan cara yang dapat dipahami. 
·                     Berdasarkan kaidah atau rule tertentu.
·                     Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.

Contoh Penerapan :
1.                  Adver : Digunakan untuk menggunakan strategi media periklanan yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan.
2.                  Delta : Digunakan untuk mendiagnosa kerusakan pada mesin-mesin Diesel Electric Locomotive.
3.                  Dendral : Digunakan untuk analisis struktur molekul suatu senyawa yang belum diketahui.
4.                  Mycin : Digunakan untuk mendiagnosa infeksi akibat bakteri dan menyarankan jenis obat dan dosisnya untuk penyembuhan.
5.                  Opera: Digunakan untuk mendiagnosa dan menangani kerusakan pada suatu jaringan komputer. 

Sumber :




Hayadi, B. Herawan. 2016. Sistem Pakar. Yogyakarta: Deepublish.  

Kamis, 20 Oktober 2016

Pengantar Teknologi Sistem Cerdas


Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi dari sistem adalah :
  1. Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas pencernaan makanan, pernapasan, dan peredaran darah di tubuh.
  2. Susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dsb. Contoh: pemerintahan negara (demokrasi, totaliter, parlementer, dsb);
  3. Metode. Contoh: pendidikan (klasikal, individual, dsb)

Henry Prat Fairchild dan Eric Kohler,
"Sistem adalah sebuah rangkaian yang saling terkait antara beberapa bagian dari yang terkecil, jika suatu bagian/sub bagian terganggu, maka bagian yang lainnya ikut merasakan ketergangguan tersebut". [1]



Teknologi

Teknologi adalah kumpulan alat, termasuk mesin, modifikasi, pengaturan dan prosedur yang digunakan oleh manusia. Yang berarti teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering sekali mendengar istilah teknologi dan komunikasi. Ini tidak dapat kita pungkiri karena kita selalu menggunakan kedua alat tersebut. Teknologi tersebut tidak mengenal tua muda, besar kecil, dan miskin atau kayanya seseorang tetapi kita di sini harus dituntut untuk menguasai teknologi dan komunikasi supaya kita tidak mengalami ketertinggalan.

Teknologi dan komunikasi sangat berkaitan erat satu sama lain. Oleh karena itu keduanya tidak dapat dipisahkan. Karena sulit sekali suatu komunikasi tanpa menggunakan teknologi. Misalkan saja betapa sulitnya jika dalam berkomunikasi jarak jauh dengan kerabat, teman atau keluarga, kita tidak menggunakan handphone atau telepone sebagai teknologinya. Oleh karena itu banyak orang berbondong-bondong ingin membelinya agar mereka dapat berkomunikasi dengan relasi-relasi mereka yang berada di tempat yang jauh.

Naisbit, "Random House Dictionary : Teknologi merupakan sebuah benda dan juga objek, serta bahan dan juga wujud yang berbeda dibandingkan dengan manusia biasa".[2]



Sistem Cerdas

Sistem Cerdas atau yang biasanya di sebut juga dengan Artificial Intelligent adalah kecerdasan yang diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (computer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Jadi kesimpulannya membuat suatu sistem yang berperasaan seperti halnya manusia pada umumnya. Adapun bermacam-macam bidang yang menggunakan Artificial Intelligent antara lain Sistem Pakar, Permainan Komputer (games), Logika Fuzzy, Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dan Robotika.

Kelebihan Sistem Cerdas adalah sistem ini lebih cepat daripada proses berpikir manusia. anggap saja sebuah mobil melaju dengan kecepatan sekian tiba-tiba ada seseorang yang hendak menyeberang, kalau di hitung dengan otak manusia, akan membutuhkan waktu yang lama, perlu menhitung inilah itulah untuk memperingatkan si pengendara mobil tersebut, tapi kalau menggunakan sistem cerdas akan berbeda hasilnya. Jadi kasaranya kalau yang memberi aba-aba adalah menguunakan sistem cerdas maka mobil tidak sempat menyentuh orang yang akan menyeberang tadi, tapi kalau yang memberi aba-aba adalah otak manusia, sebelum bilang “awas” mobil sudah terlanjur menabrak orang yang hendak menyeberang tadi. Karena penting dan banyaknya manfaat yang dapat diambil dengan menggunakan sistem cerdas tersebut, maka tidak ada salahnya kita dapat menggali ilmu lebih dalam tentang sistem cerdas tersebut. 

H. A. Simon [1987],“ Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ialah sebuah tempat sebuah penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas”.



Teknologi Sistem Cerdas

Teknologi Sistem Cerdas serangkaian metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan sebuah objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang metode dan seni dalam suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang terkait dengan pemrograman computer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

Penerapan teknologi sistem cerdas dalam kehidupan sehari – hari adalah PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) yang mulai mengoperasikan mesin tiket atau vending machine di sejumlah stasiun. Vending machine merupakan suatu alat atau mesin yang menjual tiket secara otomatis. Vending Machine tidak membutuhkan tenaga operator untuk menjual barang, kita dapat memilih sendiri tiket kereta yang kita inginkan. Keberadaan mesin tiket pada layanan KRL commuter line bertujuan untuk mengurangi antrean transaksi di loket.

Contoh lain dari teknologi sistem cerdas adalah OSHbot atau robot pelayan toko. Robot ini adalah robot pintar yang akan memandu pengunjung toko ke barang yang anda akan beli dengan cara mengucapkan nama barang kepada OSHbot. OSHbot memiliki tinggi 29.5 inchi dan siap memberikan pelayanan belanja yang menyenangkan.

(Rich and Knight [1991]), "Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia".